27 Sep 2010

JARINGAN EPITELIUM DAN JARINGAN IKAT

JARINGAN EPITELIUM

DAN

JARINGAN IKAT


Jaringan Epitel
Ciri-Ciri:
Terdiri dari sel-sel yang memadat dan saling terikat erat
Melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga. Epitel yang membatasi luar disebut epitelium, rongga tubuh disebut mesotelium, dan membatasi organ disebut endotelium.
Ditemukan si seluruh tubuh.
Berbentuk pipih, batang, dan kubus.
Macam-Macam Jaringan Epitel
Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel
dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Epitel Pipih Selapis
Epitel Pipih Berlapis
Epitel Silindris Selapis
Epitel Silindris Berlapis
Epitel Kubus Selapis
Epitel Kubus Berlapis
Epitel Transisi
Epitel Kelenjar
Fungsi umum jaringan epitel
Melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan
Mengangkut zat-zat
Sekresi berbagai macam enzim
1. Epitel Pipih/Squamous Selapis
Ciri-Ciri:
Disusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih dan tersusun sangat rapat.
Batasan sel tidak teratur
Terdapat pada pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, paru-paru, ginjal, selaput perut, dan pembuluh limfe

Fungsi:
Berperan dalam proses difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi

Gambar Jaringan Epitel Pipih Selapis
2. Epitel Pipih Berlapis
Ciri-ciri:
Disusun oleh lebih dari satu sel yang pipih.
Terdapat pada rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki, dan vagina.
Bergenerasi dengan cepat
Fungsi:
Sebagai pelindung organ( Contohnya: Dari abrasi
oleh makanan)

Contoh Gambar Epitel Pipih Berlapis
3. Jaringan Epitel Silindris Selapis
Ciri-ciri:
Disusun oleh selapis sel yang berbentuk silindris atau batang.
Terdapat pada jonjot usus, kantung empedu, lambung(ventrikulus), jonjot usus(intestium), kelenjar pencernaan.
Ada yang memiliki silia dan Ada yang tidak memiliki silia.
Fungsi:
Penyerapan nutrisi di usus
Sebagai sekresi enzim-enzim

Contoh gambar epitel silindris selapis
4. Jaringan Epitel Silindris Berlapis
Ciri-ciri:
Terbentuk oleh lebih dari satu lapis sel berbentuk silindris atau batang.
Terdapat pada laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah.
Fungsi:
Sebagai sekresi dan sebagai pelindung

Contoh Gambar Epitel Silindris Berlapis


5. Jaringan Epitel Kubus / Kuboid Selapis
Ciri-ciri:
Tersusun oleh selapis sel yang berbentuk kubus.
Terdapat pada lensa mata, permukaan ovarium, kelenjar tiroid, dan nefron ginjal.
Fungsi:
Sebagai sekresi hormon dan pelindung

Contoh Gambar Epitel Kubus Selapis
6. Jaringan Epitel Kubus Berlapis
Ciri-ciri:
Disusun oleh lebih dari satu lapis sel yang berbentuk kubus.
Terdapat pada folikel ovarium, permukaan ovarium, testis, kelenjar kulit, saluran kelenjar minyak.
Fungsi:
Sebagai sekresi dan absorpsi
Melindungi dari gesekan dan pengulupasan

Contoh Epitel Kubus Berlapis pada Folikel Ovarium
7. Jaringan Epitel Transisi
Ciri-ciri:
Tersusun atas berlapis- lapis sel
Bentuk dapat berubah-ubah
Permukaan lapisannya dapat menggembung
Terdapat pada ureter, uretra, saluran pernapasan, dan kantung kemih.
Fungsi:
Sebagai pelindung

Contoh Gambar Epitel Transisi
8. Jaringan Epitel Kelenjar
Ciri-ciri:
Merupakan jaringan khusus yang berperan dalam sekresi senyawa untuk proses fisiologis.
Tersusun atas sel-sel yang mampu menghasilkan getah cair.
Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan,
epitel kelenjar di bagi atas dua, yaitu:
Kelenjar Endokrin
Kelenjar Eksokrin
a. Kelenjar Endokrin
Ciri-ciri:
Merupakan kelenjar buntu yang tidak memiliki saluran.
Hasil sekresi langsung masuk ke dalam sistem sirkulasi.
Senyawa yang dihasilkan disebut hormon.

Contoh Kelenjar:
Kelenjar adrenal, paratiroid, timus, tiroid
Kelenjar Endokrin
b. Kelenjar Eksokrin
Ciri-ciri:
Memiliki saluran khusus untuk sekresi
Berfungsi untuk membantu metabolisme dan komunikasi
Zat sekret berupa enzim, keringat, dan air ludah
Contoh kelenjar:
Kelenjar keringat, kelenjar ludah, kelenjar
pankreas
Kelenjar Eksokrin
Contoh gambar jaringan epitelium pada tubuh
Jaringan Ikat
Komponen Jaringan Ikat:
Matriks
Adalah bahan dasar atau materi dasar tempat sesuatu melekat.
Ciri-ciri:
Terdiri dari beberapa jenis serat( serat kolagen, serat elastin, serat retikuler) dan bahan dasar

Gambar Matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat
Serat Kolagen/Serat Putih
Ciri-ciri:
Bersifat kuat
Kelenturannya rendah
Daya regang yang tinggi
Tersusun atas protein kolagen.
Terdapat pada tendon, tulang, dan kulit
Fungsi:
Memberi kekuatan pada jaringan ikat
Serat Kolagen
Serat Elastin/Serat Kuning
CIri-ciri:
Bersifat kelenturan yang tinggi
Tersusun atas mukopolisakarida dan protein
Terdapat pada pembuluh darah, ligamen, selaput tulang rawan laring
Serat Elastin
Serat Retikuler
Ciri-ciri:
Memiliki sifat yang sama dengan serat kolagen
Berukuran lebih tipis daripada serat kolagen
Terdiri dari kolagen dan dilapisi oleh glikoprotein.
Terdapat pada hati, limpa, dan kelenjar limfe
Fungsi:
Mengikat jaringan ikat yang satu dengan yang lainnya
Serat Retikuler
Bahan Dasar
Merupakan bahan yang homogen setengah cair yang terdiri dari mukopolisakarida. Komponen utama mukopolisakarida adalah asam hialuronat yang berfungsi sebagai pengikat air, pelumas, dan perendam benturan. Dan cairan yang diikatnya berfungsi sebagai media yang dilalui oleh bahan dasar dan zat-zat buangan antar-sel

2.Sel-Sel Jaringan Ikat
Jaringan ikat terdiri dari berbagai macam sel yang bertanggungjawab terhadap serat maupun bahan dasar.

Macam-macam sel penyusun jaringan ikat:
Fibroblas
Sel lemak / Sel adiposa
Sel plasma
Makrofag
Sel tiang

Fibroblas
Merupakan sel jaringan ikat yang berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan dan mensintesisprotein.
Sel Lemak/Sel Adiposa
Adalah sel yang khusus atau terspesialisasi untuk menyimpan lemak dan jika pada jaringan ikat banyak terdapat timbunan lemak disebut jaringan lemak.
Sel Plasma
Ditemukan di bawah membran epitel yang basah. Sel ini berfungsi untuk memproduksi anribodi yang khas untuk antigen atau protein asing.
Makrofag
Adalah sel jaringan ikat yang dapat berubah-ubah dan terdapat dekat pembuluh darah. Makrofag bersifat fagositosi yang artinya sel ini dapat memakan zat-zat buangan, sel-selmati, dan bakteri
Sel Tiang
Berfungsi menghasilkan heparin dan histamin yang berguna dalam pembekuan darah dan meningkatkan permeabilitas darah
Macam-Macam Jaringan Ikat
Jaringan ikat atau jaringan penyokong terdiri dari berbagai jenis, yaitu:
Jaringan Ikat Longgar
Jaringan Ikat Padat
Jaringan Lemak
Jaringan Tulang Rawan
Jaringan Tulang
Jaringan darah
Jaringan Limfe
1. Jaringan Ikat Longgar
Ciri-ciri:
Sebagian besar terdiri dari matriks yang mengandung serat kolagen, retikuler, dan elastin.
Terdiri dari beberapa macam sel (makrpfag, sel plasma, sel tiang, dan sel lemak).
Terdapat pada di bawah epitel mukosa saluran pencernaan, akson saraf, pembungkus pembuluh darah.
Fungsi:
Membungkus Organ-organ tubuh
Menghubungkan bagian-bagian jaringan lain
Pengisi ruang di antara organ

Contoh gambar jaringan ikat longgar
2. Jaringan Ikat Padat
Ciri-ciri:
Memiliki susunan serat yang padat dan jumlah selnya kurang.
Didominasi oleh serat kolagen
Bersifat rtidak elastis.
Fungsi:
Menghubungkan antara organ tubuh yang satu dengan organ tubuh yang lain

Jaringan Ikat padat terbagi menjadi dua, yaitu:
Teratur(Contoh: pada tendon atau otot)
Tak teratur(Contoh: pada lapisan dermis kulit)



Contoh gambar jaringan ikat padat teratur pada otot
3. Jaringan Lemak/Adiposa
Ciri-ciri:
Terdiri dari sel-sel lemak yang tidak membentuk serat-serat matriks.
Berasal dari sel masenkim
Terdapat di seluruh tubuh
Fungsi:
Sebagai bantalan untuk melindungi organ secara mekanis dari benturan.
Persediaan cadangan makanan
Sebagai alat pengatur suhu tubuh

Contoh gambar jaringan lemak
4. Jaringan Tulang Rawan/Kartilago
Ciri-ciri:
Mengandung kompleks protein-karbohidrat (kondromukoid).
Bersifat Kuat dan Elastis
Disusun oleh kondrosit
Berserabut tebal.

Fungsi Umum:
Sebagai rangka tubuh pada saat embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi

Berdasarkan Kandungan senyawa matriks, jaringan tulang rawan terbagi atas tiga, yaitu:
Tulang rawan hialin
Tulang Rawan elastis
Tulang Rawan fibroblas
a). Tulang Rawan Hialin
Ciri-ciri:
Berwarna Putih kebiruan dan transparan
Pada Matriks ditemukan kosentrasi serat yang memiliki daya elastitas tinggi.
Bersifat lemah
Terdapat pada ujung tulang rusuk, persendian, saluran pernapasan.
Fungsi:
Sebagai rangka tubuh pada awal embrio
b). Tulang Rawan Elastis
Ciri-ciri:
Berwarna kuning dan adanya perokondrium.
Terdapat pada embrio, laring, bagian luar telinga, epiglotis, daun telinga.

Fungsi:
Memberikan daya lentur dan menyokong jaringan

c). Tulang Rawan Fibroblas
Ciri-Ciri:
Pada Matriks ditemukan serat kolagen.
Berwarna gelap dan keruh
Bersifat kuat
Terdapat pada tendon dan pada hubungan antar tulang belakang

Fungsi:
Sebagai pelindung dan penyokong

Contoh gambar jaringan tulang rawan
5. Jaringan Tulang Sejati/Osteon
Ciri-ciri:
Disusun oleh Sel tulang (osteosit) yang berasal dari osteoblas
Tersusun atas unit dasar tulang yang disebut saluran havers.
Sifatnya lebih keras dan kuat daripada tulang rawan
Tidak Elastitas
Unit Dasar Tulang (Sistem Havers)
Sistem havers tersusun atas:
Lamela
Adalah Lapisan kosentris matriks yang terdiri dari garam mineral dan serat kolagen yang berfungsi membuat tulang menjadi kuat.
Lakuna
Adalah Suatu ruang kecil di antara lamela yang didalamnya mengandung osteosit.
Kanalikuli
Adalah saluran yang berfungsi sebagai menyalurkan makanan dan mengeluarkan zat-zat sisa.
Saluran havers
Berisi pembuluh darah dan saraf.
Fungsi Umum Jaringan Tulang Sejati
Alat gerak pasif
Menegakkan atau penyokong tubuh
Tempat melekatnya otot
Melindungi organ-organ yang lunak
Tempat pembuatan eritrosit dan leukosit

Contoh gambar jaringan tulang sejati atau osteon

6. Jaringan Darah
Ciri-ciri:
Dibentuk dari sel-sel bebeas dan matriks cair(plasma).
Berasal dari jaringan mesenkim
Mempunyai saluran peredaran

Jaringan darah terdiri dari:
Eritrosit (sel darah merah)
Leukosit (sel darah putih)
Trombosit (keping darah)
Plasma
a).Eritrosit/Sel Darah Merah
Ciri-ciri:
Berbentuk bikonkaf
Tidak memiliki inti sel
Sitoplasma eritrosit mengandung Hb
Dibentuk di susum merah tulang pipih

Fungsi:
Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru
Contoh gambar eritrosit
b).Leukosit/Sel Darah Putih
Ciri-ciri:
Memiliki sebuah nukleus
Tidak mengandung Hb
Bergerak secara amuboid

Berdasarkan bentuk, fungsi, dan jumlah leukosit dibagi menjadi:
Neutrofil
Monosit
Eosinofil
Bosofil
Limfosit

Neutrofil
Merupakan 60-70% dari jumlah leukosit. Bergerak secara ameboid dari darah dan masuk ke jaringan yang terinfeksi dan menghancurkan mikroba yang ada.
Monosit
Merupakan 5% dari leukosit. Monosit merupakan fagosit yang efektif. Di dalam jaringan monosit membesar dan berkembang menjadi makrofag (sel fagositik terbesar, paling efektif, dan berumur panjang) yang dapat menangkap mikroba dengan menggunakan pseudopodia.
Eosinofil
Berjumlah 15% dari Leukoit. Hanya sedikit yang bersifat fagositik. Eosinofil berfungsi sebagai melawan parasit besar seperti cacing.
Basofil
Berfungsi untuk mengirimkan sinyal kimia bila terjadi luka dan peradangan. Basofil juga berperan dalam melawan protein asing yang masuk.
Limfosit
Dibuat di sumsum tulang dan hati. Limfosit berfungsi menghasilkan antibodi untuk melawan zat asing yang masuk
Contoh gambar leukosit
c). Trombosit/ Keping Darah
Ciri-ciri:
Bentuknya tidak teratur
Tidak terdapat nukleus
Berukuran kecil

Fungsi:
Sebagai proses pembekuan darah
Gambar Trombosit
d). Plasma Sel
Ciri-ciri:
Merupakan bagian darah yang mengandung larutan elektrolit dan protein.
Terdiri dari air, protein(albumin,hormon,globulin,protrombin,fibrinogen), Mineral, dan sejumlah bahan organik

Fungsi:
Mengangkut sari makanan dari usus ke seluruh tubuh
Mengangkut sisa metabolisme
Mendistribusikan hormon-hormon
Contoh gambar jaringan darah
7. Jaringan Limfe (Getah Bening)
Ciri-ciri:
Terdapat pada organ-organ seperti timus, kelenjar limfe, tonsil, dan limpa.
Terdiri dari sel-sel dan serat-serat retikuler.
Mengandung limfosit

Berfungsi sebagai pertahanan tubuh
Gambar Jaringan Ikat Pada Tubuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar