30 Agt 2011

Peraturan Bola basket Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain. Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan. Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan. Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna. a. Pemain, Pemain Pengganti dan Pelatih 1. Regu. Tiap regu terdiri atas: - Tidak lebih dari 10 orang anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain 2x20 menit. - Tidak lebih dari 12 anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain 2x20 menit atau untuk turnamen yang dalam setiap regu harus bermain lebih dari 3 pertandingan. - Seorang pelatih dan asisten pelatih - Seorang kapten diambil dari salah seorang anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain. 2. Pemain dan Cadangan (pengganti) - Lima orang dari setiap regu berada didalam lapangan selama pertandingan dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai dengan ketentuan yang ada. - Seragam para pemain terdiri atas: baju kaos dan celana pendek yang berwarna sama, baik bagian depan maupun bagian belakang (yang bergaris-garis tidak diperboleh). - Setiap pemain harus diberi nomor yang berukuran 20 cm pada bagian depan dan belakang baju kaos. b. Ketentuan tentang waktu Waktu Pertandingan (Playing Time): 1. Masa (waktu) suatu pertandingan yaitu 2 x 20 menit atau 4 x 12 menit. 2. Masa istirahat di antara babak berlangsung selama 10 menit atau 15 menit. Time out yang diberikan berdasarkan ketentuan-ketentuan berikut: 1. Untuk pertandingan dengan waktu 2 x 20 menit, 2 kali kesempatan time-out untuk setiap regu selama babak pertama pertandingan berlangsung, 3 kali kesempatan time-out untuk setiap regu selama babak kedua pertandingan berlangsung dan 1 kali time-out setiap babak tambahan. 2. Untuk pertandingan berlangsung 4 x 12 menit, 3 kali kesempatan time-out diberikan pada tiap-tiap babak (dua periode) selama permainan berlangsung dan 1 kali time-out untuk tiap babak tambahan. c. Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 – 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari: 1. Bola Basket Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm. 2. Perlengkapan Teknik - Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out. - Alat untuk mengukur waktu 30 detik . - Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan. - Isyarat – scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu. 3. Lapangan a. Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti. b. Papan Pantul Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. c. Keranjang Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm. 2.4. Teknik Dasar Bola Basket Bola basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya. Artinya gerakannya terdiri atas gabungan unsur-unrus gerakan yang terkoordinir rapi. Tujuan permainan bola basket memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukan bola. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan teknik gerakan dengan baik. Pada dasarnya, gerakan yang efisien adalah gerekan efisien adalah gerekan yang benar tanpa kehilangan tenaga yang sia-sia. Misalnya pada gerakan mendorong sesuatu, agar efisiensi, semua otot bekerja ke arah depan, tidak ada otot yang bergerak ke samping, baik otot-otot kaki, paha, badan, lengan dan tangan. Dengan demikian semua gerakan efisien adalah gerakan yang mengeluarkan tenaga sedikit mungkin, tetapi menghasilkan kerja yang besar. Pada permainan bola basket, gerakan yang efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. Teknik dasar permainan bola basket antara lain: 1. Dribbling (Menggiring bola) Menggiring bola adalah salah satu cara yang diperbolehkan oleh peraturan untuk membawa lari bola ke segala arah. Seorang pemain boleh membawa bola lebih dari satu langkah, asal bola sambil dipantulkan baik dengan berjalan maupun berlari. Menggiring bola merupakan suatu usaha untuk membawa bola menuju kedepan/lapangan lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan (kiri/kanan). Kegunaan menggiring bola adalah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan. Bentuk-bentuk menggiring bola adalah: a. Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan) b. menggiring bola rendah (untuk mengontrol atau menguasai, terutama dengan pemain lawan dalam menerobos pertahanan lawan). c. Menggiring campuran menurut kebutuhan. Perubahan dari menggiring tinggi dan rendah atau sebaliknya sangat dibutuhkan untuk gerakan tiba-tiba. 2. Passing (Mengoper bola) Macam-macam passing/operan dengan dua tangan : a. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada b. The over head pass : operan atas kepala c. The bounce pass : operan pantulan d. The under hand pass : operan ayunan bawah Macam-macam operan dengan satu tangan: a. The side arm pass/the base ball pass : operan samping b. The lop pass : operan lambung c. The back pass : operan gaetan d. The jump hand pass : operan lompat Lemparan tolakan dada dengan dua tangan Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter. Ada beberapa macam lemparan, yaitu: a. Lemparan samping Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat. b. Lemparan di atas kepala dengan dua tangan Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala. c. Lemparan bawah dengan dua dua tangan d. Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu. e. Lemparan kaitan Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas. 3. Shooting (Menembak bola ke ring) Cara memasukkan bola atau menembak (shooting).Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan: a. Menghadap papan (facing shoot) b. Membelakangi papan (back up shoot). c. Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari. d. Menghadap papan dengan sikap berhenti: - tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot) - tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot) - tembakan satu tangan (one hand set shoot) - tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot) e. Menghadap papan dengan sikap melompat f. Menghadap papan dengan sikap lari g. Membelakangi papan dengan sikap berhenti h. Membelakangi papan dengan sikap melompat 4. Cara berputar (Pivot) Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima bola). a. pivot kemudian dribble (membawa bola) b. pivot kemudianpassing (melempar bola) c. pivot kemudian shooting (menembakan bola) d. Olah kaki atau gerakan kaki (foot work) Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal : a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan keseimbangan b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan. 2.5. POLA PENYERANGAN DAN PERTAHAN 1. Pola Penyerangan Pola Penyerangan dalam permainan bola basket adalah usaha yang dijalankan untuk menerobos daerah pertahanan lawan, sehingga dapat membuahkan hasil atau angka. Pola-pola penyerangan adalah sebagai berikut: a. Penyerangan Bebas Penyerangan Bebas adalah penyerangan tanpa bola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik, taktik dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang sangat tinggi. Meskipun bebas, namun penyerangan itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus tetap ada kerjasama dengan teman lain dengan dasar mengoper dan berlari antara 2 atau 3 orang pemin, mereka betul-betul harus ada saling pengertian. b. Penyerangan Kilat Dasar penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan, pada saat lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat merupakan senjata yang sangat baik untuk menghancurkan pertahanan lawan. c. Penyerangan Kilat Berpola Serangan kilat ada yang berpola dan ada pula yang tidak berpola. Serangan kilat berpola dimulai ddengan adanya situasi-situasi tertentu, misalnya dari situasi bola loncat, lemparan dalam, atau sesudah menutupi daerah pada waktu bertahan. d. Penyerangan Berpola Penyerangan berpola adalah penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang mempunyai tugas-tugas tertentu dan menguasai jalu-jalur gerak. Pergerakan pemain dan bola ditentukan dengan pasti, sehingga tim memperoleh serangan-serangan yang teratur dan sangat menghemat tenaga. Penyerangan berpola sangat baik dilakukan bila setiap pemain sukar menembus penjaga lawan, serta usaha-usaha untuk memperlambat permainan. Dapat pula digunakan bila terjadi situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat atau pada detik-detik terakhir tim memperoleh kemenangan tipis. e. Dasar-dasar membuat pola Dasar-dasar pokok pola penyerangan antara lain sebagai berikut: 1. Ada seorang mengatur serangan 2. Ada seorang pengaman 3. Ada seorang atau beberapa orang penembak, baik yang bersamaan ataupun bergelombang 4. Ada seorang menutupi daerah bila tembakan gagal. f. Pedoman membuat pola Pedoman untuk membuat pola penyerangan dalam menghadapi pertahanan daerah lawan, antara lain sebagai berikut: 1. Ingat dasar-dasar umum membuat pola 2. Buatlah sedemikian rupa, sehingga memecahkan perhatian pemain berthana ke arah 2 atau 3 pemain penyerang 3. Ada pengaturan yang hilir mudik di bawah basket lawan 4. Ada penekanan pada daerah tertentu kemudian penekanan itu berpindah ke bagian lain. 5. Pilihlah pemain-pemain yang mampu untuk melakukan tembakan jarak sedang atau jarak jauh. 6. Pilihlah pemain yang mahir oper-mengoper bola dengan cepat. g. Adegan-adegan pola penyerang Macam-macam jenis (adegan-adegan) pola penyerangan adalah sebagai berikut: - Adegan 1-3-1 (pola diamond) Adegan diamond sangat buntuk penyerangan terhadap pertahanan daerah maupun pertahanan satu lawan satu. - Adegan 1-2- 1 (pola ault mann) Adegan ault mann dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain jangkung. - Adegan 2-3 (pola reverse) Adegan reverse diperlukan untukpenyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu. Kemahiran memotong dan membayang serta kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan pola penyerangan ini. 2. Pola Pertahanan Pola pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka menghalau serangan lawan. Unsure-unsur pelaksanaan pola pertahanan adalah sebagai berikut: 1. Sikap Jaga 2. Gerakan Kaki Dalam Langkah Ketika Melakukan Pertahanan 3. Dasar-Dasar Umum Dalam Penjagaan. Penjaga harus berdiri diantara lawan dan ring basket. 4. Posisi Jaga dan Pembagian Daerah. Posisi jaga dengan mempertimbangkan daerah, kemampuan dan penguasaan penyerang. 5. Pertahanan Bersama Macam-mavam bentuk pertahanan berrsama antara lain sebagai berikut: 1. Pertahanan daerah Pada pertahanan daerah setiap pemain diberi tugas menjaga daerah tertentu. Bila tim mempunyai pemain-pemain yang tinggi besar tapi lamban gerakannya maka pertahanan daerah sangat menguntungkan bagi tim tersebut. Akan tetapi pertahanan daerah ini juga ada kelebihan dan kekurangannya, yaitu: a. Kelebihannya: - sangat baik untuk melawan tim yang lemah dalam mengelolah bola - sangat baik untuk melawan tim yangmenggunakan penyerangan berpola - mematikan penyerangan penembak dengan memoros - menghindari kesalahan perorangan - sangat baik untuk melawan penyerangan denganmenggunakan pemain penggiring yang terampil - sangat baik untukmelawan pemain pemotong-pemotong yang terampil b. Kelemahannya: - apabila lawan menggunakan pola penyerangan kilat - bila lawan terampil oper-mengoper dengan cepat - bila lawan menembak dari jarak jauh atau sedang dengan terampil - perhatian pemain terpecah terhadap 2 lawan atau lebih - ada aderah-daerah lemah (tidak terjaga) 2. Pertahanan satu lawan satu Pertahanan satu lawan satu adalahpertahanan dengan menugaskan setiap pemain untuk menjaga seorang lawan. Macam-macam pertahanan ini meliputi: a. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap Pertahanan satu lawan satu dengan tetap artinya penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan kemanapun ia bergerak b. Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga Pertahanan ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar